Mengenal Lebih Dekat dengan Kewirausahaan

Kewirausahaan adalah suatu konsep dan praktik yang berkaitan dengan menciptakan, mengembangkan, dan mengelola bisnis atau usaha dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan. Ini melibatkan sejumlah aktivitas, pemikiran, dan tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam rangka memulai dan menjalankan bisnis. Kewirausahaan melibatkan berbagai karakteristik dan sifat yang dimiliki oleh individu atau kelompok yang terlibat dalam menciptakan, mengembangkan, dan mengelola bisnis.

Orang-orang bisa terinspirasi untuk menjadi wirausahawan karena berbagai alasan, termasuk keinginan untuk menciptakan lapangan kerja, memenuhi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, atau mencapai kebebasan finansial.

Seorang wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang signifikan dan menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga sumber-sumber daya itu bisa dikapitalisasikan. Menjadi seorang wirausahawan bukanlah hal yang mudah, karenanya seorang wirausahawan perlu memiliki karakteristik yang yang melekat pada dirinya agar dapat mencapai tujuan yang ia harapkan.

Adapun ciri-ciri dan sikap kewirausahaan haruslah memiliki, percaya diri dan optimis, Berorientasi pada tugas dan hasil, Berani mengambil resiko dan mempunyai tantangan, berjiwa kepemimpinan serta mudah beradaptasi dengan orang lain dan terbuka terhadap saran serta kritik, keorisinilan yaitu inovatif, kreatif, dan fleksibel, berorientasi masa depan. Sikap atau karakteristik wirausaha merupakan bagian penting dalam kewirausahaan, karakteristik wirausaha akan menentukan keberhasilan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Menurut Eddy S. Soegoto (2009:6) dalam Jayanti Octavia (2015:43) mengemukakan karakteristik dan sifat kewirausahaan pada tabel :

 

Karakteristik

Sikap

Yakin

Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistik, dan optimistik

Berorientasi pada tugas dan hasil

Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan yang kuat

Pengambilan resiko dan suka tantangan

Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar

Kepemimpinan

Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik

Keorisinilan

Inovatif dan kreatif serta fleksibel

Berorientasi ke masa depan

Pandangan ke depan, perspektif

Tabel 1. 1 Karakteristik dan Watak Kewirausahaan


Pentingnya Passion dalam Kewirausahaan

Setelah mengetahui bagaimana karakteristik dan sikap yang perlu ditanamkan untuk menjadi seorang wirausahawan, maka kita perlu menyadari juga bahwa seorang wirausahawan akan selalu berada pada fase roller coster dengan hasil usaha yang tidak pasti. Hal ini karena memulai usaha baru memerlukan proses yang panjang dan menantang yang mensyaratkan usaha yang terus-menerus dari wirausahawan. Maka agar seorang  wirausahawan tetap pada tindakannnya dan tetap mempunyai persistensi upaya mencapai tujuan kewirausahaannya diperkukan yang namanya passion.


Passion dan kewirausahaan adalah kedua hal yang saling berkaitan dan berhubungan. Karena passion sangat erat hubungannya dengan kesenangan/kegemaran seseorang. Passion pada aktivitas kewirausahaan meningkatan secara kuat persistensi, upaya, anthusiasme, dan keseluruhan sukses. Dalam konteks psikologi, passion atau gairah dalam aktivitas kewirausahaan penting dimiliki oleh calon wirausaha karena menumbuhkan ketertarikannya dalam kewirausahaan serta berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Intensi kewirausahaan diantaranya dibentuk oleh adanya passion terhadap kewirausahaan. Passion dalam kewirausahaan ini dinamakan Entrepreneurial passion. entrepreneurial passion ini dapat memberikan perasaan positif yang intens kepada pengusaha untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, meningkatkan daya tahan dalam membahas gagasan dan memberikan motivasi untuk mewujudkan ide. Maka entrepreneurial passion adalah dasar dalam membentuk ketertarikan secara jangka panjang terhadap kewirausahaan sehingga usaha yang ia lakukan dapat bertahan dalam waktu yang lama.

 

Kreativitas dan Inovasi dalam Berwirausaha

Dua kata yang selalu bergandengan dalam dunia bisnis yaitu kata kreativitas dan inovasi. Kreativitas yaitu berkaitan dengan ditemukannya ide-ide baru tentang suatu produk dan inovasi adalah bagaimana cara mengimplementasikan kreativitas tersebut.

Sebuah produk akan di beli oleh pelanggan tergantung dari produk itu dapat memenuhi selera pelanggannya atau tidak. Misalnya bentuknya, warnanya, ukurannya, fitur-fiturnya juga harga dan pelayanannya disesuaikan dengan selera pelanggannya. Produk harus diciptakan dengan berbagai perbedaan (diferensiasi) dengan usaha sejenis, sehingga konsumen dapat memilih dan memilah mana produk yang baik menurutnya.

Keunikan produk merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh usaha kecil dan menengah untuk menarik sebanyak mungkin pelanggan dan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Karenanya, berkreasi menjadi salah satu faktor kunci agar dapat bertahan dalam suasana bisnis yang kompetitif.

Jadi wirausaha harus lebih kreatif dan inovatif dalam membuat produk dan atau jasanya untuk memenuhi kebutuhan dan keingnan konsumen. Pengusaha dapat bekerja lebih efektif dan efisien berkat adanya kreativitas dan inovasi. Dengan demikian diharapkan akan terus ada pengembangan produk dan jasa yang baru. Sehingga pengusaha itu dapat menemukan peluang baru dalam menjalankan bisnisnya.

 

Faktor Pendorong dan Penghambat Kewirausahaan

Dalam berwirausaha, penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendorong keberhasilan dan penghambat yang relevan dalam konteks bisnis dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi hambatan dan memaksimalkan peluang keberhasilan.

Adapun faktor pendorong keberhasilan dalam berwirausaha dapat meliputi faktor kemampuan dan kemauan dalam berwirausaha, tekad yang kuat dan kerja keras dalam berwirausaha, serta kesempatan dan peluang dalam berwirausaha. Faktor keberhasilan ini berasal dari motivasi diri sendiri, motivasi dari lingkungan sekitar serta dari lingkungan kegiatan usaha.


Keberhasilan seorang wirausaha untuk mengembangkan bisnisnya juga tergantung pada kecerdasan, imajinasi, dan kekuatan keinginan individu yang bersangkutan, dan dalam penelitian, keberhasilan usaha dapat dilihat dari efisiensi proses produksi yang dikelompokkan berdasarkan efisiensi secara teknis dan efisiensi secara ekonomis. Dengan suatu pencapaian yang memiliki ciri terciptanya lapangan kerja, perkembangan usaha, efisiensi waktu produksi, peningkatan pendapatan usaha kaktus maka keberhasilan usaha telah tercapai.

Selanjutnya faktor penghambat meliputi faktor kurang dapat mengendalikan keuangan, gagal dalam rencana, dan juga tidak mampu dalam melakukan peralihan. Faktor-faktor tersebut berasal dari permintaan konsumen dan juga selera konsumen yang berubah-ubah.

Adanya faktor pendorong dan penghambat sangat berpengaruh terhadap kelancaraan usaha seseorang, karena apabila ia mampu meningkatkan faktor pendorong maka usahanya akan sukses, begitu pula sebaliknya apabila ia mengalami faktor penghambat dan tidak dapat mencari solusinya maka usaha bisa jadi berhenti dan rugi. Oleh karena itu pentingnya mengetahui faktor pendorong dan penghambat dalam berwirausaha adalah agar para wirausahawan mampu mengontrol dan mengondisikan usahanya dengan baik agar tetap berjalan dan sesuai target usaha.

 

Keuntungan dan Kerugian  Berwirausaha


Terdapat  banyak   keuntungan  yang  dapat   diraih  dari  kegiatan   Berwirausaha. Seorang   wirausaha   dapat berperan   sebagai   penyelamat   bisnis   negara   atau   menjadi   orang   yang   dapat   memberikan peluang   pekerjaan   kepada   orang   lain.   Hal   ini   merupakan   salah   satu   keuntungan   dalam melakukan kegiatan kewirausahaan. Jika dikaitkan dengan kajian mengenai potensi diri dan bakat serta minat seseorang maka  keuntungan dalam berwirausaha adalah sebagai sarana dalam   mengaktualisasikan   kemampuan   diri   untuk   mendapatkan   kepuasan   dan   rasa penghargaan   kepada   diri   sendiri   tanpa   tekanan   dari   orang   lain   dalam   melakuan   suatu pekerjaan.

Selain keuntunngan tentunya ada juga kerugian yang dapat dirasakan seseorang dalam beriwrausaha seperti memperoleh pendapatan yang tidak pasti dengan resiko yang sangat besar karena wirausahawan harus menanggung semua biaya dalam proses berwirausahanya. Berwirausaha juga memiliki resiko kegagalan yang cukup tinggi terutama bagi para wirausahawan baru yang belum stabil dalam menjalankan bisnisnya.

Keputusan untuk menjadi seorang wirausaha harus didasarkan pada pemahaman yang baik tentang keuntungan dan kerugian yang terlibat, serta kesiapan wirausahawan untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul. Banyak wirausaha sukses yang menghadapi rintangan besar sebelum meraih kesuksesan mereka, tetapi dengan dedikasi, kerja keras, dan strategi yang tepat, mereka berhasil mencapai tujuan bisnis mereka.

 

Langkah Awal Memulai Usaha Baru


Memulai usaha baru bisa menjadi tantangan yang menarik, tetapi juga memerlukan perencanaan yang matang dan persiapan yang baik. Dalam website Kementrian Keuangan jelaskan beberapa langkah dalam memulai sebuah usaha baru, yaitu:

  1.  Menentukan Produk: Untuk memulai suatu usaha kita harus menentukan produk apa yang akan kita jadikan usaha. Dalam menentukan produk kita harus memperhatikan keahlian kita, trend yang  sedang marak dipasaran, serta berdasarkan peluang pasar yang ada.
  2. Menentukan Target Pasar: Selanjutnya kita harus menentukan kepada siapa produk kita akan dijual. Apakah kepada kalangan atas, kalangan menengah, atau kalangan bawah.
  3. Menguji Kelayakan Produk: Dalam menguji kelayakan produk kita perlu memperhatikan biaya investasi, biaya modal kerja, serta prediksi kas masuk
  4. Struktur Manajemen: Ada dua jenis struktur manajemen, yaitu struktur manajemen sederhana dan struktur manajemen yang rumit. Manajemen sederhana hanya ada kita sebagai bos dan karyawan sebagai pembuat produk. Sedangkan manajemen rumit, selain kita sebagai bos dan karyawan sebagai pembuat produk, kita harus membuat manajemen-manajemen lainnya. Seperti manajemen keuangan, operasional, dan lain sebagainya.
  5. Modal: Selain membutuhkan uang sebagai modal, dalam memulai sebuah usaha juga diperlukan adanya tenaga dan waktu. Modal tenaga dan waktu akan mudah didapat apabila kita memiliki keinginan yang kuat untuk memulai sebuah usaha.
  6. Bentuk Usaha: Kita bias menentukan bentuk usaha apa yang kita inginkan, bisa berbentuk CV, PT, usaha perseorangan, ataupun bentuk usaha lainnya.


Selama proses memulai usaha baru, penting untuk mencari saran dari mentor atau profesional bisnis yang berpengalaman, dan jangan ragu untuk meminta bantuan jika Anda mengalami kesulitan. Selain itu, selalu beradaptasi dengan perubahan dalam pasar dan selalu terbuka untuk pembelajaran dan perbaikan.

 

REFERENSI:

Ardiasyah, Rifki. Karakteristik Wirausaha. Diterima dari:   file:///C:/Users/Admin/Downloads/13.UNIKOM_RIFKI%20ANDRIANSYAH_BAB%20II%20KAJIAN%20TEORI.pdf.

Cahyaningrum, Wahyu. (2021).Faktor Pendorong Dan Penghambat Dalam Berwirausaha Pada Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang Angkatan 2016.Prosiding Seminar Nasional Ekonomi Pembangunan. Vol 1, No 2.

Devi, Riesta.(2019).Passion dan Bisnis.Binus UniversityDiterima dari:  https://binus.ac.id/malang/2019/06/passion-dan-bisnis/

Fajri, Nural.(2023).Langkah Awal Membangun Kewirausahaan.Kementrian Keuangan Republik Indonesia.kemenkeu.co.id.Diterimadari: www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/16092/LANGKAH-AWAL-MEMBANGUN-KEWIRAUSAHAAN.html 

Keuntungan dan kerugian berwirausaha.(2022).Universitas Sriwijaya.Diterima dari https://www.studocu.com/id/document/universitas-sriwijaya/kewirausahan/keuntungan-dan-kerugian-berwirausaha/25416756

Livandy, Gabriel. Kartika Nuringsih.(2022).Peran Passion Wirausaga, Pengetahuan Kewirausahaan dan Lingkungan Keluarga dalam Menumbuhkan  Intensi Kewirausahaan.Jurnal Muara  Ilmu Ekonomi dan Bisnis.Vol. 06, No. 2 (330-339).

Pristina, Ulfi. Tri Andjarwati.(2018).Menumbuhkan Minat Entrepreneur Agar Mandiri dan Berkarya di Era Digital.Jurnal Abdi Karya: Jurna Karya Pengabdian Dosen dan Mahasiswa.Vol 01 No 1. Diterima dari: https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/abdikarya/article/view/2023/1718

Tim Kajian Dakwah Alhikmah.(2011).Memahami Karakteristik Kewirausahaan.alhikmah.ac.id.   Diterima dari: https://alhikmah.ac.id/memahami-karakteristik-kewirausahaan/

Wiyono, Karsoyo. Tedy Ardiansyah , Tarmizi Rasul. (2020). Kreativiats dan Inovasi dalam Berwirausaha. Jurnal Usaha.Vol 1, No. 2.

Komentar